Lanjutan Sidang Wabup Pessel, Saksi: Pelataran Parkir Bukan Mangrove

Lanjutan Sidang
 PADANGPOS.COM (Padang)—–Lanjutan Sidang kasus dugaan kerusakan mangrove di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Klas I A
Padang, Senin (14/10).

Saksi Mengatkan

Saksi menyebut, pelataran parkir yang ditimbun bukan mangrove seperti dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Pernyataan itu disampaikan oleh saksi Jafridal, yang dihadirkan ke persidangan beragendakan mendengar keterangan saksi.
“Bukan Pak. Itu sawah,” jawabnya saat ditanya Penasihat Hukum (PH) terdakwa Rusma Yul Anwar apakah pelataran parkir yang ditimbun adalah mangrove.

Saksi Satu

Saksi Jafridal merupakan operator ekskavator namun tengah bekerja di lokasi lain. Dia membantu sukarela karena menumpang alat di lahan terdakwa. Di waktu senggang, beberapa bagian bukit dipedatar dan tanahnya dibuang ke pelataran parkir.
Dalam persidangan juga terungkap, terdakwa tidak pernah menyuruh memotong bukit. Terdakwa mengaku hanya meminta meratakan bagian menonjol.
Bantahan terdakwa dibenarkan oleh saksi. Keterangan pelataran parkir bukan mangrove dikuatkan oleh saksi lainnya, Apri.

Saksi Dua

Saksi, Apri merupakan pemilik lahan sebelum dibeli oleh terdakwa.
Selain Jafridal dan Apri, JPU Fadlul Azmi Cs juga menghadirkan tiga saksi lain. Yakni, Nely Armida selaku mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pessel periode 2016-2018.
Kemudian, Yoski Wandri, dan Yulhardi, operator ekskavator di lahan terdakwa. Pengakuan Yulhardi dalam persidangan, aktifitas yang berujung ke meja hijau tersebut permintaan terdakwa.
Sementara saksi Nelly Armida, mengaku mengetahui ada aktifitas dugaan perusakan mangrove melalui pemberitaan di media massa serta diberi tahu oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.
Lantaran tidak mengantongi izin lingkungan, beberapa hari kemudian, dia bersama staf memasang plang larangan beraktifitas.
Pernyataan saksi menuai tanda tanya bagi Penasihat Hukum (PH), Sutomo Cs. Sebab, katanya, dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 541 mengatur, masyarakat ataupun instansi pemerintah yang terlanjur membangun tanpa memiliki izin lingkungan, diberi kesempatan untuk mengurusnya.
Terlebih keterangan saksi membenarkan dilaksanakan penyelesaian sesuai SE pada beberapa kasus sebelumnya.
“Kenapa kesempatan itu tidak diberikan kepada terdakwa?” tanya PH. Pernyataan itu tidak dijawab tegas oleh saksi. Majelis yang memimpin Lanjutan Sidang pun sempat mengeluarkan teguran agar saksi mempertegas jawaban.
Setelah meminta keterangan saksi di bawah sumpah, Lanjutan Sidang ditutup dan akan dilanjutan pada Kamis (24/10) dengan agenda yang sama, yakni mendengar keterangan saksi.
Diketahui, perkara berawal dari dugaan perusakan hutan lindung dan penimbunan mangrove di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI, Pesisir Selatan pada 2016.
Dalam dakwaannya, terdakwa dikenakan Pasal 98 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pasal 109 pada dakwaan kedua, (prokabar.com)

Kereta Api ke BIM Merupakan Kereta Bandara Ketiga di Indonesia

Kereta Api

PADANGPOS.COM (Padang)—Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, Senin, 21 Mei 2018. Kereta ini merupakan kereta bandara ketiga di Indonesia setelah KA Bandara Kualanamu dan KA Bandara Soekarno-Hatta.

“Kereta bandara seperti ini baru ada di Medan, kemudian di Jakarta, kemudian yang sekarang ada di Sumatra Barat di Padang,” kata Presiden dalam sambutannya.

Nama Kereta Api Di Bandara

KA bandara ini diberi nama KA Minangkabau Ekspres dan sudah beroperasi perdana pada 1 Mei 2018. Dengan adanya kereta bandara ini, Presiden berharap, penggunaan mobil pribadi bisa dikurangi sehingga bisa mengurangi kemacetan, seperti halnya di Jakarta.

Alasan Rute Kereta Api

“Kenapa kereta dibangun di Jakarta Kota ke Bandara? Karena kita ingin mengurangi mobil pribadi. Kita ingin orang naik transportasi massal, busway, kereta, sebentar lagi ada MRT dan LRT. Tanpa itu pasti di seluruh dunia pasti akan macet. Di Sumatra Barat khususnya di Kota Padang, kita ingin hal yang sama,” paparnya.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa harga tiket kereta bandara di Padang ini juga sangat terjangkau. Perbedaannya dengan kereta bandara di Jakarta, kata Presiden, adalah kereta bandara di Padang dibiayai dari APBN, bukan swasta.

Harga Tiket Kereta Api

“Tiketnya sangat murah sekali. Kalau di Jakarta dikerjakan swasta kalau di sini dikerjakan APBN. Tadi saya ngecek langsung tiketnya. Di sini tiket tercantum Rp10 ribu. Artinya apa? Ya sangat murah sekali. Kalau Bapak, Ibu naik mobil ke airport, mungkin 1 jam. Hitung saja bensin berapa,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa Bandara Internasional Minangkabau ini sedang dalam proses perluasan. Dari sebelumnya 2,7 juta penumpang per tahun menjadi 5,7 juta penumpang di akhir 2019.

“Saya tanyakan Direktur Utama Angkasa Pura, kapan selesai Pak Dirut? Jawabannya insyaallah Pak 2019. Insyaallah 2019 akan selesai sehingga airport Bandara Internasional Minangkabau ini menjadi airport besar dengan kapasitas 5,7 juta penumpang,” kata Kepala Negara.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara peresmian KA bandara ini diantaranya adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Gubernur Sumatera Barat Iwan Prayitno dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro.

Setelah meresmikan KA bandara ini, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang dengan menggunakan kereta bandara. Sepanjang perjalanan di dalam kereta, Presiden dan Ibu Iriana pun bertatap muka dengan perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat ini.

Setibanya di Stasiun Padang, Presiden sempat berdialog dengan beberapa perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat. Salah satunya bernama Riskan, yang bercita-cita menjadi presiden.

“Pengin jadi presiden itu gimana?” tanya Presiden.

“Belajar keras, raih prestasi, terus jurusannya Hubungan Internasional di PTN. Insyaallah kalau atas izin Allah jadi wali kota Solok terus jadi presiden,” jawab Riskan.

Pemko Padang Dapat Bonus Rp 52,7 Miliar dari Menteri Keuangan RI

Pemko Padang

PADANGPOS (PADANG) –Pemko Padang mendapatkan penghargaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati. Penghargaan bergengsi ini diraih atas keberhasilan Pemko Padang dalam Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan di tahun 2015, dengan Capaian Standar Tertinggi dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah.

Penghargaan itupun diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Perbendaharaan Sumatera Barat, Supriyo yang diterima Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah dan jajaran di ruang kerjanya, Kamis (24/11).

Sambutan Dari Pemko Padang

Supriyo mengatakan, penghargaan tersebut diperuntukkan bagi kabupaten/kota yang laporan keuangannya berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2015. Di samping itu, untuk memberikan motivasi kepada pemerintah daerah yang berhasil tersebut, Kementerian Keuangan RI juga memberikan Dana Instentif Daerah (DID), dengan persyaratan berdasarkan peningkatan kinerja pengelolaan keuangan, kinerja pendidikan dan kinerja ekonomi dan kesejahteraan.

“Kota Padang telah memenuhi kriteria tersebut, sehingga juga menerima bonus DID sebesar Rp 52,7 miliar untuk tahun 2017. Semoga saja, pencapaian ini bisa dipertahankan Kota Padang selaku salah satu dari 13 kabupaten/kota di Sumbar yang menerimanya,” tukasnya.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah atas nama Pemerintah Kota Padang dan jajaran sangat menyambut gembira penghargaan dari Menkeu RI tersebut. Penghargaan ini menurunya merupakan buah hasil kerja keras seluruh SKPD di lingkup Pemko Padang hingga sampai meraih WTP yang kedua kalinya.

“Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kita untuk tahun yang akan datang agar bisa lebih baik lagi. Alhamdulillah, kita juga menerima peningkatan bonus DID, dimana sebelumnya Rp 5 miliar tahun 2016 ini menjadi Rp 52,7 miliar atau lebih kurang 1000 persen peningkatannya,” terangnya.

Ditambahkannya lagi, terkait langkah-langkah dalam menjaga WTP tersebut, ia sudah menginstruksikan seluruh kepala SKPD berkomitmen menjaga WTP sesuai fakta integritas yang ditandatangani antara Walikota dengan kepala SKPD.

“Kita berharap, ke depan setiap SKPD akan terus bisa menjaga WTP-nya masing-masing. Di samping itu Kepada BPK, BPKP dan pihak terkait lainnya juga diharapkan dapat membantu Pemko Padang dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Semoga kita terus memenuhi aturan-aturan yang ada secara baik dan tepat waktu, karena ini menjadi bahagian dalam mempertahankan WTP ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kota Padang, Andri Yulika menyebutkan, WTP merupakan standar minimal yang menjadi keharusan bagi Pemko Padang berdasarkan pengelolaan keuangan secara baik dan tepat waktu.

“Jadi Kota Padang sudah menerima WTP yang kedua kalinya. Tahun 2015 kita meraih WTP dengan paragraf penjelasan dan tahun kemarin kita naik dengan meraih WTP murni. Adapun kita di Inspektorat akan intens melakukan pembinaan, dan semua catatan dari BPK seperti saran-saran terus kita tindak lanjuti demi meraih WTP lagi di tahun depan,” imbuhnya. (David)

Puluhan Anggota DPRD Padang BIMTEK Ke Jakarta

Puluhan Anggota DPRD
Puluhan Anggota DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) beserta belasan Staf Sekretarian DPRD kota Padang mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Sumber Daya Manusia (SDM) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada 27 hingga 31 Maret 2016 kemaren . 

Tujuan kita SDM ke Jakarta dalam rangka memaksimalkan fungsi kedewanan dan menambah wawasan staf di sekretarian ke humasan DPRD Padang, ‘’kata Sekwan Ali Basar Senin [28/3] . 

Di jelaskan Ali Basar Kegiatan ini diselenggarakan oleh lembaga penelitian dan pengabdian pada masyarakat dari Universitas Krisnadwipayana dengan enam pemateri berasal dari Kementerian Dalam Negeri, salah satunya ialah Agus Fatoni dengan materi tugas dewan dalam pengawasan APBD.

 “Tema dari bimtek kali ini ialah terkait memaksimalkan fungsi dewan dalam menghadapi pelaksanaan pertanggungjawaban Wali Kota Padang tahun 2015,” kata Ketua DPRD Kota Padang Erisman saat dihubungi media ini Via HP seluler. 

 Erisman menambahkan, materi-materi yang diberikan dalam kegiatan bimtek SDM tersebut di antaranya tugas dewan dalam pengawasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), tugas desentralisasi fiskal, tugas umum pemerintahan, tugas dana pembantuan dan tugas dana desentralisasi. 

Menurutnya, bimtek tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperkaya dan memperdalam ilmu para anggota dewan periode 2014 hingga 2019 terkait kedewanan itu sendiri, termasuk tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

 “Diharapkan setelah bimtek SDM selesai, tiap anggota dewan bisa memaksimalkan kinerjanya,” tegasnya. Berdasarkan Pantauan media ini bimtek SDM DPRD Padang ini diikuti oleh 42 orang anggota DPRD Padang serta didampingi oleh 15 anggota sekretariat di gedung dewan tersebut. 

Di tempat terpisah pakar politik dari Unand Padang Asrinaldi berharap agar setiap anggota DPRD Padang lebih memiliki kontribusi untuk memajukan daerahnya. 

Menurut Asrinaldi, saat ini pemerintah terlihat berjalan sendiri serta belum ada masukan strategis sehingga terkesan DPRD tidak terlalu berkontribusi untuk pengembangan kota,” katanya. 

Dikatakannya lagi, ada beberapa hal yang menjadi perbaikan bagi kinerja DPRD di masa depan, seperti dalam melakukan pemeriksaan berbagai laporan pertanggung jawaban pemerintah perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam. 

 “Seharusnya DPRD ikut mencermati semua kegiatan yang dilakukan pemerintah setiap waktu sehingga bila terdapat hal yang merugikan masyarakat, penanganannya akan lebih cepat,” ujarnya. (tf/ys)

Satpol PP Padang Geledah Kawasan Atom Shoping Center

Satpol PP
BIJAK ONLINE (PADANG) Satpol PP Kota Padang kembali menggelar razia untuk memberantas penyakit masyarakat dengan mengeledah Kawasan Atom Shoping Center dan cafe yang disinyalir sebagai tempat berbuat mesum, Senen, 8 Faberuari 2016.
DI Kawasan Atom SHoping Center, pasukan Satpol PP Padang yang bergerak sekitar pukul, 23.00 WIB berhasil menjaring 52 orang wanita dan satu waria.
Kemudian, operasi  berlanjut ke sebuah wisma di kawasan marapalam Kecamatan Padang Timur  dan petugas tidak mendapati Pasangan mesum. Tapi, sebuah tempat karaoke Onang yang tanpa izin, yang berada Jjalan By pass kM 6 Lubuk Begalung, petugas berhasil menjaring 3 orang wanita yang di indikasi sebgai wanita penghibur.
Selanjutnya petugas meluncur ke kawasan Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah Padang, sesuai laporan personil di lapangan bahwa penginapan yang telah di Segel Pemerintah Kota Padang masih melakukan aktifitas penyewaan.
Di kawasan pasir jambak petugas menggeledah penginapan Uncle Jack dan Dangau Mande petugas tidak menemukan apa-apa di duga operasi yang akan di gelar telah bocor.
Berikutnya, razia Satpol PP Padang kembali berlanjut dengan menyisir daerah by Pass kilo meter 22 daerah Tanjung Aur yang di senyalir tempat maksiat disini petugas tidak menemukan apa-apa.
Sekitar pukul tiga dini hari petugas kembali merazia tempat hiburan malam yang telah lewat jam tayang yaitu kafe Berlian dengan menjaring 6 orang wanita.
Operasi kembali dianjutkan ke Mutiara kafe petugas menjaring 4 orang wanita penghibur. Tidak sampai disitu Damarus kafe pun di geledah petugas disini 18 0rang wanita terjaring dan 1 orang waria.
Kasat Pol PP Kota Padang Firdaus Ilyas mengatakan, tidak ada tempat untuk melakukan maksiat, Satpol PP akan terus melakukan pengawasan dan penertiban.
” Kota Padang harus bersih dari penyakit masyarakat, sehingga ini merupakan tugas dan tanggung jawab Satpol PP Kota Padang dalam  menciptakan rasa aman dan nyaman ditengah masyarakat,” kata Kasatpol PP Padang, Firdaus Ilyas.
Menurut Firdaus Ilyas, 52 orang wanita yang terjaring dan satu waria tersebut akan diproses sesuai dengan perda yang berlaku dan melakukan pemanggilan pihak keluarga.”Jika kedapatan dari mereka wanita malam dan  sering kali terjaring operasi akan kita kirim ke pusat rehabilitasi Andam dewi, Solok,” tegas alumni Resimen Mahasiswa ini. (Rel/Fratello)

Pohon Tumbang, “Jangan Bakar Sampah di Bawah Pohon”.

Pohon Tumbang

Pohon tumbang yang terjadi di jalan Bundo Kanduang, Rabu (10/2) pagi kemarin mengakibatkan dua kendaraan ringsek akibat tertimpa. Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo meninjau langsung ke lokasi kejadian.

Usai melihat kejadian, Walikota Padang mengatakan, penyebab tumbangnya pohon karena berbagai hal. Seperti telah lapuknya pohon karena dimakan usia serta akibat ulah tangan manusia.

“Kita melihat pohon yang tumbang di jalan Bundo Kanduang ini karena ada warga yang membakar sampah tepat di bawah pohon,” ujarnya.

Walikota mengimbau kepada warga untuk menjaga pohon pelindung dan tidak membakar sampah di bawah pohon-pohon tersebut. Karena hal ini dapat beresiko besar apabila terjadi angin kencang. Pohon akan mudah patah dan tumbang sehingga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.

Walikota juga menugaskan dinas terkait untuk memeriksa seluruh pohon pelindung yang ada di Kota Padang. Jika terdapat pohon yang sudah dimakan usia, dinas terkait agar segera mengganti dengan pohon baru.

“Bila ada yang sudah tua agar diganti, atau dirapikan. Pohon yang terlalu tinggi supaya dikurangi bebannya dengan cara dipangkas,” kata Mahyeldi.

Menurut Walikota, pohon yang ada di Padang tidak perlu pohon berukuran besar. Tetapi yang terpenting rimbun dan asri. Nantinya akan dibuatkan boks bagi pohon pelindung. Apabila pohon tersebut mati, akan dengan mudah diganti dengan cara mencabutnya.

“Teknis ini sudah disampaikan ke dinas terkait,” tukas Walikota.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang, Dedi Henidal mengatakan agar tak terulang kejadian serupa, seluruh unsur terkait agar melakukan pengawasan.

“Kita mohon supaya masyarakat tidak ada yang membakar apapun di bawah pohon,” imbaunya.
Dedi menyebut, pada tahun 2016 ini sudah berkali-kali terjadi bencana pohon tumbang. Bila dirinci, hampir setiap hari pohon tumbang akibat angin kencang.

error: Content is protected !!