Macam-macam Musik Islami yang Ada di Indonesia

Musik Islami

Benarkah musik hukumnya haram dalam ajaran Islam? Menurut banyak pendapat ulama, benar adanya demikian. Namun sebagian ulama lain mengatakan sah-sah saja mendengarkan musik asalkan musik tadi tidak memenuhi syarat yang menjadikannya haram. Lantas musik seperti apa yang diperbolehkan dalam Islam? Bersama ulasan ini, mari kita mengenal macam-macam musik Islami yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan melekat sebagai kebudayaan Islam.

Ternyata tidak selamanya musik itu haram. Ada sejumlah musik Islami yang sudah menjadi bagian kebudayaan Islam itu sendiri. Apakah Anda tahu musik seperti apa yang hukumnya haram? Jika berbicara perihal hukum musik, seakan tidak ada habisnya. Para ulama saja berbeda pendapat akan hal ini.

Ada sejumlah ayat Al-Quran dan juga sabda Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa hukum musik adalah haram apapun bentuk dan alirannya. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa maksud haram adalah musik-musik yang berpotensi membawa manusia kepada maksiat. Yakni musik yang bersamanya terdapat minuman keras dan wanita-wanita penghibur.

Sedangkan musik yang melantunkan syair-syair Islami untuk mendekatkan diri kepada Allah tidak haram. Musik yang demikian inilah yang terkenal dengan sebutan musik Islami. Ada macam-macam musik Islami yang sudah ada dan menjadi bagian dari kebudayaan Islam. Apakah Anda tahu salah satunya? Untuk informasi lebih lengkap, mari kita simak!

Ini Macam-Macam Musik Islami yang Menjadi Bagian Kebudayaan Islam

Islam tidak secara mutlak mengharamkan musik. Ada beberapa waktu dimana musik ini halal diperdengarkan. Waktu-waktu ini adalah saat hari raya dan perayaan pernikahan. Dan musik yang boleh adalah musik yang dapat menghidupkan keimanan dalam diri manusia, yang kemudian terkenal dengan sebutan musik Islami.

Musik Islami ini banyak macamnya, ada hadroh, marawis, nasyid, nasyida ria dan banyak lagi dengan ciri khas yang berbeda. Selengkapnya, berikut ini macam-macam musik islami yang kami himpun dari toko jual hadroh Banten:

Gambus

Urutan pertama ada musik Gambus. Karya musik ini populer di negara-negara Timur Tengah. Permainan gambus biasanya beriringan dengan gendang dan juga tarian-tarian pergaulan oleh para lelaki. Jika di Indonesia, musik gambus menjadi ciri khas suku Betawi yang biasanya diiringi dengan tari Zapin dan dimainkan pada perayaan-perayaan hari besar seperti pernikahan, penyambutan tamu dan kegiatan lainnya.

Qasidah

Selain gambus, musik qasidah juga populer di banyak negara-negara Islam salah satunya Indonesia. Definisi dari qasidah adalah syair kesusateraan Arab yang dilantunkan dalam bentuk nyanyian dan diiringi dengan permainan gendang atau rebana. Pada mulanya, lirik qasidah hanya fokus pada syair-syair Arab dan shalawat kepada Nabi.

Kini, seiring dengan perkembangan zaman, lirik lagu qasidah hadir secara beragam dan tidak lagi sepenuhnya berbahasa Arab.

Nasyid

Apabila qasidah identik dengan perempuan, maka lain cerita dengan kesenian Nasyid. Keduanya sama-sama aliran musik Islami yang melantukan shalawat dan puji-pujian kepada Allah dan Nabi, hanya saja siapa yang membawakannya berbeda. Nasyid yang berkembang sejauh ini identik dengan para laki-laki yang bernyanyi dengan iringan gendang.

Menurut sejarah, musik Islami yang satu ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Hal ini terbukti dengan adanya syair berjudul Thola’al badru ‘Alaina yang artinya adalah telah mucul rembulan di tengah-tengah kami. Sampai sekarang, syair ini masih hits sebab tim qasidah yang melestarikannya.

Indonesia mengenal nasyid mulai awal tahun 80-an. Bermula dari aktivis-aktivis Islam yang melantunkan syair-syair berbahasa Arab sebagai metode kekinian untuk berdakwah. Kini, nasyid sudah tersebar dan berkembang dengan luas dan selalu menjadi langganan dalam pesta perkawinan.

Marawis

Macam-macam musik Islami berikutnya yang tak kalah populer dengan nasyid adalah marawis. Sama-sama berlatar belakang Islam-Arab, marawis bertumbuh kembang dengan baik sejak pertama kali pedagang dan ulama asal Yaman memperkenalkan musik ini ke Indonesia. Mengapa musik ini terkenal dengan nama marawis? Ternyata hal ini karena alat musik yang digunakan untuk mengiringinya mirip dengan gendang bernama marawis.

Uniknya lagi, ada macam-macam nada dalam musik marawis. Nada pertama adalah Zafin yang bertempo lebih lambat dan biasa untuk lagu-lagu pujian kepada nabi Muhammad SAW. Nada yang kedua dan ketiga bernama nada Sarah dan Zaife dengan karakteristik tempo lebih cepat yang tujuannya untuk membangkitkan semangat dalam diri.

Berkaca pada sejarah Islam, seni musik ini mulanya berkembang pesat pada era kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Dan salah satu musisi yang paling terkenal pada era ini adalah Ishaq Al-Mausili (767 M – 850 M).

Sebagai bentuk dukungan kepada seni musik, pemimpin Dinasti Abbasiyah pada masa itu juga mendirikan banyak sekolah musik yang tersebar di berbagai negara Islam.  Salah satu sekolah musik yang tercatat dalam sejarah adalah sekolah milik Sa’id ‘Abd-ul-Mu’min. Ternyata ada alasan lain mengapa sekolah musik berkembang pada Dinasti Abbasiyah.

Bukan semata-mata sebagai bentuk dukungan pada musisi saja. Dahulu keahlian bermusik menjadi salah satu syarat bagi pelayan, budak, dan pengasuh untuk bisa mendapatkan pekerjaan di istana, rumah pejabat negara atau rumah hartawan. Karena itu, mempelajari musik menjadi suatu kewajiban untuk mendapatkan pekerjaan yang layak bagi sebagian orang.

Catatan sejarah ini sedikit memperkuat pendapat bahwa musik tidak mutlak haram dalam ajaran agama Islam. Musik lekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Islam sejak kejayaan Islam dahulu kala. Dan sampai kini pun macam-macam musik Islami terus berkembang dalam versi modern. Harapannya tentu saja musik ini dapat menjadi metode dakwah yang paling dekat dengan generasi millenial. Wallahualam bissawaab.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!