Walikota Padang Titipkan Warga Minang ke Gubernur Jambi

Walikota Padang
Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo bersilaturahmi dan berhalal bi halal dengan seluruh warga Minang di Jambi, Jumat (29/7) malam. Warga Minang yang tergabung ke dalam Himpunan Masyarakat Minangkabau (HMM) Jambi itu dititipkan Walikota Padang kepada Gubernur Jambi.
“Atas nama Pemerintah Kota Padang kami titipkan masyarakat Sumbar yang ada di Jambi. Mudah-mudahan, insya Allah, Pak Gubernur yang jadi ‘niniak mamak’, Kalau ada yang salah tolong ditegur,” ujar Mahyeldi di depan Gubernur Jambi dan seluruh anggota HMM Jambi yang memadati Aula RRI Jambi.
Walikota mengatakan, peran orang rantau cukup besar. Tidak saja kepada rantau tempat ia menetap, akan tetapi juga bagi ranah (kampung).
“Mudah-mudahan dengan semangat perantau di sini akan menambah gairah dan kebaikan bagi Jambi sendiri,” tuturnya.
Mahyeldi tak memungkiri jika peran perantau cukup besar dalam pembangunan di ranah (kampung). Tanpa dukungan dari perantau, ekonomi di Sumatera Barat tidak akan menggeliat.
“Ketika perantau sukses di rantau, pasti akan membangun masjid. Karena masjid di dalam kehidupan masyarakat Minang menyatu dengan adat istiadatnya.
Walikota berharap, dengan digelarnya silaturahmi dan halal bi halal HMM Jambi ini akan memanjangkan umur perkumpulan tersebut. Serta akan memberi kesehatan bagi warga Minang di Jambi.

“Karena dari banyak perantau, ketika ada anak kemenakan yang datang dari kampung, maka organisasi itu akan memberi perhatian, dan HMM ini juga begitu,” sebutnya.

Sementara itu, Asisten I Pemerintahan, Asnawi AB mewakili gubernur Jambi mengatakan bahwa pihaknya cukup mengapresiasi kekompakan warga Minang di Jambi. Menurutnya hal ini mesti terus dipertahankan.
“Harapan Walikota Padang akan kami jawab dengan memberi perhatian kepada warga Minang di sini,” sebutnya.
Dalam silaturahmi dan halal bi halal itu, Walikota Padang beserta istri Ny Harneli Mahyeldi dan sejumlah Kepala SKPD didapuk untuk bernyanyi.
Dua lagu minang berhasil dinyanyikan di depan seluruh anggota HMM Jambi. Selain itu juga diberikan cenderamata kepada walikota dan gubernur. Malam itu, seluruh anggota HMM juga disuguhi tarian minang yang dibawakan sanggar tari “Tuah Sakato”.(tf/ch/mn)

Farewell Parade Pergantian Tongkat Komando Kapolres

Farewell Parade

PADANGPOS,COM (Sijunjung)—Upacara apel farewell parade tradisi pergantian Kepala Kepolisian Resort (Polres) Sijunjung, Polda Sumatera Barat yang digelar di halaman Mapolres Muaro Sijunjung, Jumat, 9 November 2018, berlangsung khidmad dan sukses.

Acara Fraewell

Acara Farewell ini rangkaian pergantian tongkat komando dari Kapolres Sijunjung dari AKBP Haji Imran Amir, SIK. MH kepada AKBP Driharto, SIK.

Rangkaian Acara Fraewell

Seluruh pasukan dari segala fungsi Polres Sijunjung itu turut dilibatkan dalam acara upacara Farewell tersebut termasuk ASN Polri.
Mulai dari, pasukan Polsek hingga jajaran Polres dan ASN  ikuti secara khidmad Farewell Parade Sertijab (serahterima jabatan) Kapolres Sijunjung itu.

AKBP Haji Imran Amir, SIK,MH dan AKBP Driharto, SIK berkesempatan menjadi inspektur dalam kegiatan upacara farewell tersebut. Sedangkan komandan upacara dipimpin Ipda Brata.

Pada farawell parade itu, AKBP Imran Amir dan Kapolres Sijunjung AKBP Driharto disambut disambut dengan tari gelombang, kalungan dan taburan bunga diserahkan polisi cilik dan bayangkari cilik.

AKBP Imran Amir, SIK, MH dilepas Kapolres  Sijunjung, AKBP Dhriharto bersama Wakpolres Kompol Suyanto dan PJU, Personil Polres dan ASN Polres Sijunjung dengan penuh haru.

Imran dan Ny dr Yolla Giovanna turut  menyambut Driharto  dan memperkenalkan para PJU dan kapolsek setelah itu mengantarkan ke ruangan kerja kapolres.

Sebelumnya, AKBP Driharto telah resmi menjabat Kapolres Sijunjung dan sudah aktif menjabat Kepala Polisi Nomor 1 di Sijunjung pada Senin (7/11/2018) setelah dilantik Kapolda Sumbar, Irjen Pol Drs Fakhrizal, MHum.

Drihato resmi menjabat Kapolres Sijunjung setelah Serah Terima Jabatan (Sertijab) dipimpin Kapolda Sumbar, Irjen Pol Drs Fakhrizal, MHum di ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolda Sumbar pada Senin (7/11/2018).

Farewell Parade Kapolres Sijunjung yang bertajuk Datang Mewariskan Kebanggan, Datang Menumbuhkan Semangat yang digelar di Lapangan Mapolres, Jalan M.Yamin Muaro Sijunjung pada Jumat (9/11/2018) itu berlangsung sukses dan khidmad. saptarius

Prof Dr Badrul Mustafa: Gempa Indonesia (di Padang) Bakal Lebih Besar dan Dasyat

Prof Dr Badrul Mustafa

Prof Dr Barul Mustafa Kemal pakar ahli gempa dari Universitas Andalas Padang menegaskan, prediksi tentang bakal terjadinya gempa besar dan dahsyat di Kota Padang, Badrul lagi.

“Kota Padang secara  geografis dan tioritis, memang berpotensi terjadinya gempa besar dan tsunami,” kata Prof Dr Badrul Mustafa Kemala ketika dihubungi Tabloid Bijak, Selasa 5 Mei 2015.

Menurut Badrul, gempa bersumber dari laut dan darat. Kalau yang dari laut disebut segmen Siberut dan segmen Sipora Pagai. “Periodenya terjadi dalam kurun waktu 200 sampai 300 tahun,” katanya.

Berdasarkan prediksi, sumber gempa yang dari segmen Siberut memang belum semuanya keluar dan baru sepertiga dan masih ada duapertiga lagi. “Gempa yang bersumber dari segmen Siberut ini, pernah terjadi 1797 tahun lalu dan apakah bakal terjadi lagi 2015 ini, bisa-bisa saja dan tapi tak seorang pun yang mampu memprediksi tanggal pastinya,” ujar pakar gempa ini.

Sedangkan yang perlu diwaspadai, kata Badrul, adalah sumber gempa dari darat, seperti segmen dari Sumani dan Suliki yang sulit diprediksi. “Secara tioritis, penyebab utama  gempa bumi dan tsunami akibat terjadi penumpukan energi di dalam perut bumi sehingga terjadi pergeseran lempengan permukaan bumi dan ketika energi tersebut mencari penyalurannya itulah yang menyebabkan getaran, baik yang berskala kecil hingga menghancurkan,” katanya. .

Bisa juga dikatakan, megathrust yang me­micu gempa besar dan tsunami, karena terjadinya benturan lempeng Indo-Australia, yang terus bergerak dibawah lempeng Sunda atau yang sering disebut Eurosia. Kemudian, kedua lempeng ini bergerak saling menekan satu sama lain, dengan kecepatan rata-rata 5,7 centimeter pertahun,” ujar Badrul lagi.

Kemudian kata Badrul, kemungkinan terjadinya gempa harus disikapi untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. “Kalau ada pakar dan peneliti menyebutkan bakal terjadinya gempa di Padang, itu bukan prediksi yang terbaru lagi, soalnya, prediksi bakal terjadinya gempa di Padang sudah sejak dulu,” tegasnya.

Begitu juga dengan prediksi peneliti GeoHazard yang mempeikrakan akan ada gempa besar di Padang, setelah gempa di Nepal  Sabtu, 25 April 2015 lalu yang katanya merupakan efek domino dari pola gempa yang terjadi beratus-ratus tahun silam.

Menurut prediksi awal, prediksi gempa setelah Nepal diperkirakan akan adagempa besar di daerah antara India dan Nepal. Ketika ditemui oleh TIME, koordinator regional GeoHazards International Hari Kumar mengatakan bahwa sebenarnya sulit untuk memprediksi kepastian gempa selanjutnya.
Namun, ia memperingatkan negara-negara sekitar Nepal, yaitu India, Pakistan, dan Bhutan akan tingginya risiko ‘tertular’ gempa. Hal tersebut dikarenakan aktivitas tektonik di bawah daerah itu yang masih rawan akan kejadian serupa.

Sementara, presiden GeoHazards Brian Tucker berpendapat bahwa negara-negara yang pelat tektoniknya sedang bermasalah adalah Amerika, Selandia Baru, Jepang, Turki (Istanbul), dan Chile.

“Yang membedakan adalah negara-negara ini sudah berantisipasi dengan struktur bangunan yang siap dan penduduk yang sudah diedukasi akan musibah besar itu,” jelas Tucker kepada TIME.
Ia lalu menambahkan prediksi gempa setelah Nepal, yaitudaerah-daerah yang menurutnya akan terjadi sesuatu yang mengerikan, yaitu Tehran (Iran), Karachi (Pakistan), Padang (Indonesia), dan Lima (Peru).(PRB/Serambi)

Toboh Gadang Jatim Semarakan Halal bi Halal IKKATOS 2019

Toboh Gadang
PADANGPOS.COM (Surabaya)—–Persatuan dan silahturahmi kenagarian Toboh Gadang di Surabaya yang tergaung dalam Ikatan Keluarga Kenagarian Toboh Gadang dan Sekitarnya (IKKATOS) semakin kukuh. Selain menggelar Halal bi Halal, IKKATOS juga konsisten melestarikan budaya dan falsafah yang berlandaskan “Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah”
Informasi terbaru disampaikan, Ketua Pelaksana Halal Bi Halal IKKATOS, M Nur Ipon, Senin (15/7), silahturahmi akbar masyarakat Toboh Gadang yang diselingi dengan hiburan rakyat berjalan sukses dan lancar atas dukungan Ketua Yayasan Gebu Minang Jawa Timur, Amrizall Zain Dt Rangkayo Mulie dan Ketua Gebu Minang Jawa Timur, Sumarzen Marzuki pada Sabtu (13/7) lalu di Rumah Gadang Jatim, Jl Gayung Kebonsari No 6.
“Kami menemukan pimpinan Gebu Minang Jatim yang peduli dengan organisasi yang berhimpun didalamnya, sehingga Halal bi Halal IKKATOS berjalan sesuai rencana,” kata  M Nur Ipon melalui whatsappnya.
Menurut Ipon, rata-rata masyarakat Toboh Gadang berprofesi pedagang rumah makan yang berasal dari berbagai macam suku, diantaranya Sikumbang, Koto, Panyalai, Guci, Piliang dan Jambak serta lainnya .
“Kami selalu menjadin hubungan kekeluargaan yang baik agar sesama orang Minang perantauan selalu membangun
para generasi penerus melalui berbagai kegiatan,” katanya.

Ketua Paguyubang Gebu

Ketua Paguyubang Gebu Minang Jatim, Sumarzen dan Ketua Yayasan Gebu Minang Jatim, Amrizal Zain Dt Rangkayo Mulia turut memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal IKKATOS ini, selanjutnya diakhiri dengan sambutan Ketua IKKATOS, Zaidir Tayeb S, AG, M,Pd. Turut hadir juga para penasehat IKKATOS, H Tahar, Jamain Jambak, H Ali Akbar, Sudirman dan Buyung Timbul, Bakar dan Yunis Tanjung serta undangan lainya.
Sementara itu, Amrizal Zain Dt Rangkayo Mulia melalui ponselnya, Minggu (14/7) mengatakan keberadanaan Rumah Gadang Jatim memudahkan masyarakat Minang perantauan di Surabaya menjalin silahturahmi. Semakin sering paguyuban yang berhimpun di Gebu Minang memanfaatkan Rumah Gadang, membuat eksistensi Gebu Minang dirasakan ditengah paguyuban yang berhimpun.
“Paguyuban Minang yang ada harus memanfaatkan Rumah Gadang untuk meningkatkan persatuan. Organisasi paguyuban tingkat kenagarian, kecamatan hingga tingkat kabupaten , saya minta untuk menyemarakan Rumah Gadang dengan silaturahmi,” ujar Ketua Yayasan Gebu Minang Jatim itu. (Agusmardi

KABUT ASAP SUDAH DICERIKATAN ALLAH DALAM AL-QUR`AN.

kabut asap
Kondisi kabut asap pagi ini (senin, 05 Oktober 2015),diambil ketika saya pagi ini dari kampar ke Pekanbaru,,jarak pandang sungguh sangat pendek, sekitar 10-20 meter, kecepatan motor 20-40 km/jam,,,

apakah ini hanya Penomena Alam???, apakah ini hanya kabut asap biasa??? atau ini adalah azab dari Allah SWT. ATAU INI ADALAH TANDA KIAMAT YANG DISEBUT NABI MUHAMMAD SAW…

Mari kita Ulas Sedikit

Dalam A-Qur`an Allah sudah jelaskan kepada kita tentang semua apa yang terjadi di dunia ini, sampai dunia ini KIAMAT,,termasuk KABUT ASAP ini, bahkan ALLAH SWT menjadikan satu surat, yang banyak membahas tentang kabut asap ini, yaitu SURAH ADDUKHAN(44),

dalam surah ini, Allah menjelaskan dan mengingatkan kepda kita, bahawa kabut asap ini terjadi karena manusia banyak yang ragu-ragu atas agama islam, banyak yg tidak menjalankan syariat islam.
mari kita lihat bersama, silahkan buka surah ADDUKHAN AYAT 8-11 :

لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحۡيِۦ وَيُمِيتُۖ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٨
8. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu
بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ يَلۡعَبُونَ ٩

9. Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan
فَٱرۡتَقِبۡ يَوۡمَ تَأۡتِي ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٖ مُّبِينٖ ١٠

10. Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut asap yang nyata
يَغۡشَى ٱلنَّاسَۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٞ ١١

11. yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih

Jadi sesungguhnya KABUT ASAP INI ADALAH AZAB YANG MEMANG TELAH DIGAMBARKAN ALLAH DALAM AL-QU`AN SURAH ADDHUKHAN AYAT 10-11 TADI,,,
dan mungkin juga ini adalah TANDA KIAMAT YANG DISEBUTKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW, YANG MENYEBUTKAN BAHWA, ADDUKHAN ADALAH TANDA KIAMAT PERTAMA dari 10 urutan tanda KIAMAT BESAR.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Hudzaifah bin Usaid al-Ghiffari r.a., ia berkata,

” Rasulullah saw. pernah muncul ke hadapan kami ketika kami sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bertanya, ‘Apakah yang sedang kalian perbincangkan?’ Mereka (para sahabat) menjawab,“Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”. kemudian Rasulullah menjawab:

‘Sesungguhnya Kiamat itu tidak akan datang sehingga kamu melihat sepuluh ayat (tanda) sebelumnya.

Kemudian beliau menyebut 1) Ad-Dukhaan (KABUT ASAP), 2) Dajjal (pendusta), 3) Dabbaah (binatang yang akan keluar dari perut bumi), 4) Terbitnya matahari dari barat, 5) Turunnya Isa ibnu Maryam a.s., 6) Ya’juj dan Ma’juj, 7-9) Tiga gempa bumi yaitu di timur, barat, dan di Jazirah Arab, dan yang terakhir ialah 10) Keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka'” (Shahih Muslim, Kitaabul Fitan wa Asyraathis Saa’ah 18:27-28)

so,,,apa solusinya????sholat istisqo` kah???bener,,,memadankan api? iya,,,tapi solusi yang sebenarnya adalah: KITA KEMBALI KEPADA SYARI`AT (JALAN) ALLAH,,,,KITA TINGGALKAN SEGALA PERBUATAN DOSA YANG KITA LAKUKAN SELAMA INI, BERTAUBAT KEPADA ALLAH SWT.

semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, karna media televisi negeri ini sungguh mendokrin masyarakat, bahawa kabut asap ini hanyalah sebagai Penomena alam,yg terjadi karna pembakaran lahan,sehingga berkembang dimasyarakat, bahwa kabut asap hanyalah akibat pembakaran saja, sangat jarang dikaji karna MANUSIA INKAR KEPADA ALLAH SWT.

Lanjutan Sidang Wabup Pessel, Saksi: Pelataran Parkir Bukan Mangrove

Lanjutan Sidang
 PADANGPOS.COM (Padang)—–Lanjutan Sidang kasus dugaan kerusakan mangrove di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Klas I A
Padang, Senin (14/10).

Saksi Mengatkan

Saksi menyebut, pelataran parkir yang ditimbun bukan mangrove seperti dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Pernyataan itu disampaikan oleh saksi Jafridal, yang dihadirkan ke persidangan beragendakan mendengar keterangan saksi.
“Bukan Pak. Itu sawah,” jawabnya saat ditanya Penasihat Hukum (PH) terdakwa Rusma Yul Anwar apakah pelataran parkir yang ditimbun adalah mangrove.

Saksi Satu

Saksi Jafridal merupakan operator ekskavator namun tengah bekerja di lokasi lain. Dia membantu sukarela karena menumpang alat di lahan terdakwa. Di waktu senggang, beberapa bagian bukit dipedatar dan tanahnya dibuang ke pelataran parkir.
Dalam persidangan juga terungkap, terdakwa tidak pernah menyuruh memotong bukit. Terdakwa mengaku hanya meminta meratakan bagian menonjol.
Bantahan terdakwa dibenarkan oleh saksi. Keterangan pelataran parkir bukan mangrove dikuatkan oleh saksi lainnya, Apri.

Saksi Dua

Saksi, Apri merupakan pemilik lahan sebelum dibeli oleh terdakwa.
Selain Jafridal dan Apri, JPU Fadlul Azmi Cs juga menghadirkan tiga saksi lain. Yakni, Nely Armida selaku mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pessel periode 2016-2018.
Kemudian, Yoski Wandri, dan Yulhardi, operator ekskavator di lahan terdakwa. Pengakuan Yulhardi dalam persidangan, aktifitas yang berujung ke meja hijau tersebut permintaan terdakwa.
Sementara saksi Nelly Armida, mengaku mengetahui ada aktifitas dugaan perusakan mangrove melalui pemberitaan di media massa serta diberi tahu oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.
Lantaran tidak mengantongi izin lingkungan, beberapa hari kemudian, dia bersama staf memasang plang larangan beraktifitas.
Pernyataan saksi menuai tanda tanya bagi Penasihat Hukum (PH), Sutomo Cs. Sebab, katanya, dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 541 mengatur, masyarakat ataupun instansi pemerintah yang terlanjur membangun tanpa memiliki izin lingkungan, diberi kesempatan untuk mengurusnya.
Terlebih keterangan saksi membenarkan dilaksanakan penyelesaian sesuai SE pada beberapa kasus sebelumnya.
“Kenapa kesempatan itu tidak diberikan kepada terdakwa?” tanya PH. Pernyataan itu tidak dijawab tegas oleh saksi. Majelis yang memimpin Lanjutan Sidang pun sempat mengeluarkan teguran agar saksi mempertegas jawaban.
Setelah meminta keterangan saksi di bawah sumpah, Lanjutan Sidang ditutup dan akan dilanjutan pada Kamis (24/10) dengan agenda yang sama, yakni mendengar keterangan saksi.
Diketahui, perkara berawal dari dugaan perusakan hutan lindung dan penimbunan mangrove di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI, Pesisir Selatan pada 2016.
Dalam dakwaannya, terdakwa dikenakan Pasal 98 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pasal 109 pada dakwaan kedua, (prokabar.com)

Kereta Api ke BIM Merupakan Kereta Bandara Ketiga di Indonesia

Kereta Api

PADANGPOS.COM (Padang)—Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, Senin, 21 Mei 2018. Kereta ini merupakan kereta bandara ketiga di Indonesia setelah KA Bandara Kualanamu dan KA Bandara Soekarno-Hatta.

“Kereta bandara seperti ini baru ada di Medan, kemudian di Jakarta, kemudian yang sekarang ada di Sumatra Barat di Padang,” kata Presiden dalam sambutannya.

Nama Kereta Api Di Bandara

KA bandara ini diberi nama KA Minangkabau Ekspres dan sudah beroperasi perdana pada 1 Mei 2018. Dengan adanya kereta bandara ini, Presiden berharap, penggunaan mobil pribadi bisa dikurangi sehingga bisa mengurangi kemacetan, seperti halnya di Jakarta.

Alasan Rute Kereta Api

“Kenapa kereta dibangun di Jakarta Kota ke Bandara? Karena kita ingin mengurangi mobil pribadi. Kita ingin orang naik transportasi massal, busway, kereta, sebentar lagi ada MRT dan LRT. Tanpa itu pasti di seluruh dunia pasti akan macet. Di Sumatra Barat khususnya di Kota Padang, kita ingin hal yang sama,” paparnya.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa harga tiket kereta bandara di Padang ini juga sangat terjangkau. Perbedaannya dengan kereta bandara di Jakarta, kata Presiden, adalah kereta bandara di Padang dibiayai dari APBN, bukan swasta.

Harga Tiket Kereta Api

“Tiketnya sangat murah sekali. Kalau di Jakarta dikerjakan swasta kalau di sini dikerjakan APBN. Tadi saya ngecek langsung tiketnya. Di sini tiket tercantum Rp10 ribu. Artinya apa? Ya sangat murah sekali. Kalau Bapak, Ibu naik mobil ke airport, mungkin 1 jam. Hitung saja bensin berapa,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa Bandara Internasional Minangkabau ini sedang dalam proses perluasan. Dari sebelumnya 2,7 juta penumpang per tahun menjadi 5,7 juta penumpang di akhir 2019.

“Saya tanyakan Direktur Utama Angkasa Pura, kapan selesai Pak Dirut? Jawabannya insyaallah Pak 2019. Insyaallah 2019 akan selesai sehingga airport Bandara Internasional Minangkabau ini menjadi airport besar dengan kapasitas 5,7 juta penumpang,” kata Kepala Negara.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara peresmian KA bandara ini diantaranya adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Gubernur Sumatera Barat Iwan Prayitno dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro.

Setelah meresmikan KA bandara ini, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang dengan menggunakan kereta bandara. Sepanjang perjalanan di dalam kereta, Presiden dan Ibu Iriana pun bertatap muka dengan perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat ini.

Setibanya di Stasiun Padang, Presiden sempat berdialog dengan beberapa perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat. Salah satunya bernama Riskan, yang bercita-cita menjadi presiden.

“Pengin jadi presiden itu gimana?” tanya Presiden.

“Belajar keras, raih prestasi, terus jurusannya Hubungan Internasional di PTN. Insyaallah kalau atas izin Allah jadi wali kota Solok terus jadi presiden,” jawab Riskan.

Pemko Padang Dapat Bonus Rp 52,7 Miliar dari Menteri Keuangan RI

Pemko Padang

PADANGPOS (PADANG) –Pemko Padang mendapatkan penghargaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati. Penghargaan bergengsi ini diraih atas keberhasilan Pemko Padang dalam Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan di tahun 2015, dengan Capaian Standar Tertinggi dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah.

Penghargaan itupun diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Perbendaharaan Sumatera Barat, Supriyo yang diterima Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah dan jajaran di ruang kerjanya, Kamis (24/11).

Sambutan Dari Pemko Padang

Supriyo mengatakan, penghargaan tersebut diperuntukkan bagi kabupaten/kota yang laporan keuangannya berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada 2015. Di samping itu, untuk memberikan motivasi kepada pemerintah daerah yang berhasil tersebut, Kementerian Keuangan RI juga memberikan Dana Instentif Daerah (DID), dengan persyaratan berdasarkan peningkatan kinerja pengelolaan keuangan, kinerja pendidikan dan kinerja ekonomi dan kesejahteraan.

“Kota Padang telah memenuhi kriteria tersebut, sehingga juga menerima bonus DID sebesar Rp 52,7 miliar untuk tahun 2017. Semoga saja, pencapaian ini bisa dipertahankan Kota Padang selaku salah satu dari 13 kabupaten/kota di Sumbar yang menerimanya,” tukasnya.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah atas nama Pemerintah Kota Padang dan jajaran sangat menyambut gembira penghargaan dari Menkeu RI tersebut. Penghargaan ini menurunya merupakan buah hasil kerja keras seluruh SKPD di lingkup Pemko Padang hingga sampai meraih WTP yang kedua kalinya.

“Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kita untuk tahun yang akan datang agar bisa lebih baik lagi. Alhamdulillah, kita juga menerima peningkatan bonus DID, dimana sebelumnya Rp 5 miliar tahun 2016 ini menjadi Rp 52,7 miliar atau lebih kurang 1000 persen peningkatannya,” terangnya.

Ditambahkannya lagi, terkait langkah-langkah dalam menjaga WTP tersebut, ia sudah menginstruksikan seluruh kepala SKPD berkomitmen menjaga WTP sesuai fakta integritas yang ditandatangani antara Walikota dengan kepala SKPD.

“Kita berharap, ke depan setiap SKPD akan terus bisa menjaga WTP-nya masing-masing. Di samping itu Kepada BPK, BPKP dan pihak terkait lainnya juga diharapkan dapat membantu Pemko Padang dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Semoga kita terus memenuhi aturan-aturan yang ada secara baik dan tepat waktu, karena ini menjadi bahagian dalam mempertahankan WTP ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kota Padang, Andri Yulika menyebutkan, WTP merupakan standar minimal yang menjadi keharusan bagi Pemko Padang berdasarkan pengelolaan keuangan secara baik dan tepat waktu.

“Jadi Kota Padang sudah menerima WTP yang kedua kalinya. Tahun 2015 kita meraih WTP dengan paragraf penjelasan dan tahun kemarin kita naik dengan meraih WTP murni. Adapun kita di Inspektorat akan intens melakukan pembinaan, dan semua catatan dari BPK seperti saran-saran terus kita tindak lanjuti demi meraih WTP lagi di tahun depan,” imbuhnya. (David)

Puluhan Anggota DPRD Padang BIMTEK Ke Jakarta

Puluhan Anggota DPRD
Puluhan Anggota DPRD Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) beserta belasan Staf Sekretarian DPRD kota Padang mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Sumber Daya Manusia (SDM) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada 27 hingga 31 Maret 2016 kemaren . 

Tujuan kita SDM ke Jakarta dalam rangka memaksimalkan fungsi kedewanan dan menambah wawasan staf di sekretarian ke humasan DPRD Padang, ‘’kata Sekwan Ali Basar Senin [28/3] . 

Di jelaskan Ali Basar Kegiatan ini diselenggarakan oleh lembaga penelitian dan pengabdian pada masyarakat dari Universitas Krisnadwipayana dengan enam pemateri berasal dari Kementerian Dalam Negeri, salah satunya ialah Agus Fatoni dengan materi tugas dewan dalam pengawasan APBD.

 “Tema dari bimtek kali ini ialah terkait memaksimalkan fungsi dewan dalam menghadapi pelaksanaan pertanggungjawaban Wali Kota Padang tahun 2015,” kata Ketua DPRD Kota Padang Erisman saat dihubungi media ini Via HP seluler. 

 Erisman menambahkan, materi-materi yang diberikan dalam kegiatan bimtek SDM tersebut di antaranya tugas dewan dalam pengawasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), tugas desentralisasi fiskal, tugas umum pemerintahan, tugas dana pembantuan dan tugas dana desentralisasi. 

Menurutnya, bimtek tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperkaya dan memperdalam ilmu para anggota dewan periode 2014 hingga 2019 terkait kedewanan itu sendiri, termasuk tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

 “Diharapkan setelah bimtek SDM selesai, tiap anggota dewan bisa memaksimalkan kinerjanya,” tegasnya. Berdasarkan Pantauan media ini bimtek SDM DPRD Padang ini diikuti oleh 42 orang anggota DPRD Padang serta didampingi oleh 15 anggota sekretariat di gedung dewan tersebut. 

Di tempat terpisah pakar politik dari Unand Padang Asrinaldi berharap agar setiap anggota DPRD Padang lebih memiliki kontribusi untuk memajukan daerahnya. 

Menurut Asrinaldi, saat ini pemerintah terlihat berjalan sendiri serta belum ada masukan strategis sehingga terkesan DPRD tidak terlalu berkontribusi untuk pengembangan kota,” katanya. 

Dikatakannya lagi, ada beberapa hal yang menjadi perbaikan bagi kinerja DPRD di masa depan, seperti dalam melakukan pemeriksaan berbagai laporan pertanggung jawaban pemerintah perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam. 

 “Seharusnya DPRD ikut mencermati semua kegiatan yang dilakukan pemerintah setiap waktu sehingga bila terdapat hal yang merugikan masyarakat, penanganannya akan lebih cepat,” ujarnya. (tf/ys)

Satpol PP Padang Geledah Kawasan Atom Shoping Center

Satpol PP
BIJAK ONLINE (PADANG) Satpol PP Kota Padang kembali menggelar razia untuk memberantas penyakit masyarakat dengan mengeledah Kawasan Atom Shoping Center dan cafe yang disinyalir sebagai tempat berbuat mesum, Senen, 8 Faberuari 2016.
DI Kawasan Atom SHoping Center, pasukan Satpol PP Padang yang bergerak sekitar pukul, 23.00 WIB berhasil menjaring 52 orang wanita dan satu waria.
Kemudian, operasi  berlanjut ke sebuah wisma di kawasan marapalam Kecamatan Padang Timur  dan petugas tidak mendapati Pasangan mesum. Tapi, sebuah tempat karaoke Onang yang tanpa izin, yang berada Jjalan By pass kM 6 Lubuk Begalung, petugas berhasil menjaring 3 orang wanita yang di indikasi sebgai wanita penghibur.
Selanjutnya petugas meluncur ke kawasan Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah Padang, sesuai laporan personil di lapangan bahwa penginapan yang telah di Segel Pemerintah Kota Padang masih melakukan aktifitas penyewaan.
Di kawasan pasir jambak petugas menggeledah penginapan Uncle Jack dan Dangau Mande petugas tidak menemukan apa-apa di duga operasi yang akan di gelar telah bocor.
Berikutnya, razia Satpol PP Padang kembali berlanjut dengan menyisir daerah by Pass kilo meter 22 daerah Tanjung Aur yang di senyalir tempat maksiat disini petugas tidak menemukan apa-apa.
Sekitar pukul tiga dini hari petugas kembali merazia tempat hiburan malam yang telah lewat jam tayang yaitu kafe Berlian dengan menjaring 6 orang wanita.
Operasi kembali dianjutkan ke Mutiara kafe petugas menjaring 4 orang wanita penghibur. Tidak sampai disitu Damarus kafe pun di geledah petugas disini 18 0rang wanita terjaring dan 1 orang waria.
Kasat Pol PP Kota Padang Firdaus Ilyas mengatakan, tidak ada tempat untuk melakukan maksiat, Satpol PP akan terus melakukan pengawasan dan penertiban.
” Kota Padang harus bersih dari penyakit masyarakat, sehingga ini merupakan tugas dan tanggung jawab Satpol PP Kota Padang dalam  menciptakan rasa aman dan nyaman ditengah masyarakat,” kata Kasatpol PP Padang, Firdaus Ilyas.
Menurut Firdaus Ilyas, 52 orang wanita yang terjaring dan satu waria tersebut akan diproses sesuai dengan perda yang berlaku dan melakukan pemanggilan pihak keluarga.”Jika kedapatan dari mereka wanita malam dan  sering kali terjaring operasi akan kita kirim ke pusat rehabilitasi Andam dewi, Solok,” tegas alumni Resimen Mahasiswa ini. (Rel/Fratello)
error: Content is protected !!