Prof Dr Badrul Mustafa: Gempa Indonesia (di Padang) Bakal Lebih Besar dan Dasyat

Prof Dr Badrul Mustafa

Prof Dr Barul Mustafa Kemal pakar ahli gempa dari Universitas Andalas Padang menegaskan, prediksi tentang bakal terjadinya gempa besar dan dahsyat di Kota Padang, Badrul lagi.

“Kota Padang secara  geografis dan tioritis, memang berpotensi terjadinya gempa besar dan tsunami,” kata Prof Dr Badrul Mustafa Kemala ketika dihubungi Tabloid Bijak, Selasa 5 Mei 2015.

Menurut Badrul, gempa bersumber dari laut dan darat. Kalau yang dari laut disebut segmen Siberut dan segmen Sipora Pagai. “Periodenya terjadi dalam kurun waktu 200 sampai 300 tahun,” katanya.

Berdasarkan prediksi, sumber gempa yang dari segmen Siberut memang belum semuanya keluar dan baru sepertiga dan masih ada duapertiga lagi. “Gempa yang bersumber dari segmen Siberut ini, pernah terjadi 1797 tahun lalu dan apakah bakal terjadi lagi 2015 ini, bisa-bisa saja dan tapi tak seorang pun yang mampu memprediksi tanggal pastinya,” ujar pakar gempa ini.

Sedangkan yang perlu diwaspadai, kata Badrul, adalah sumber gempa dari darat, seperti segmen dari Sumani dan Suliki yang sulit diprediksi. “Secara tioritis, penyebab utama  gempa bumi dan tsunami akibat terjadi penumpukan energi di dalam perut bumi sehingga terjadi pergeseran lempengan permukaan bumi dan ketika energi tersebut mencari penyalurannya itulah yang menyebabkan getaran, baik yang berskala kecil hingga menghancurkan,” katanya. .

Bisa juga dikatakan, megathrust yang me­micu gempa besar dan tsunami, karena terjadinya benturan lempeng Indo-Australia, yang terus bergerak dibawah lempeng Sunda atau yang sering disebut Eurosia. Kemudian, kedua lempeng ini bergerak saling menekan satu sama lain, dengan kecepatan rata-rata 5,7 centimeter pertahun,” ujar Badrul lagi.

Kemudian kata Badrul, kemungkinan terjadinya gempa harus disikapi untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. “Kalau ada pakar dan peneliti menyebutkan bakal terjadinya gempa di Padang, itu bukan prediksi yang terbaru lagi, soalnya, prediksi bakal terjadinya gempa di Padang sudah sejak dulu,” tegasnya.

Begitu juga dengan prediksi peneliti GeoHazard yang mempeikrakan akan ada gempa besar di Padang, setelah gempa di Nepal  Sabtu, 25 April 2015 lalu yang katanya merupakan efek domino dari pola gempa yang terjadi beratus-ratus tahun silam.

Menurut prediksi awal, prediksi gempa setelah Nepal diperkirakan akan adagempa besar di daerah antara India dan Nepal. Ketika ditemui oleh TIME, koordinator regional GeoHazards International Hari Kumar mengatakan bahwa sebenarnya sulit untuk memprediksi kepastian gempa selanjutnya.
Namun, ia memperingatkan negara-negara sekitar Nepal, yaitu India, Pakistan, dan Bhutan akan tingginya risiko ‘tertular’ gempa. Hal tersebut dikarenakan aktivitas tektonik di bawah daerah itu yang masih rawan akan kejadian serupa.

Sementara, presiden GeoHazards Brian Tucker berpendapat bahwa negara-negara yang pelat tektoniknya sedang bermasalah adalah Amerika, Selandia Baru, Jepang, Turki (Istanbul), dan Chile.

“Yang membedakan adalah negara-negara ini sudah berantisipasi dengan struktur bangunan yang siap dan penduduk yang sudah diedukasi akan musibah besar itu,” jelas Tucker kepada TIME.
Ia lalu menambahkan prediksi gempa setelah Nepal, yaitudaerah-daerah yang menurutnya akan terjadi sesuatu yang mengerikan, yaitu Tehran (Iran), Karachi (Pakistan), Padang (Indonesia), dan Lima (Peru).(PRB/Serambi)

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!